Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Pasien Diduga Stres Tikam Sesama Pasien di RSUP Wahidin Makassar, Korban Luka di Tangan

    1 min read

    MAKASSAR — Suasana ruang perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar mendadak geger setelah seorang pasien diduga menikam sesama pasien menggunakan senjata tajam. Insiden yang terjadi di ruang Infection Center tersebut menyebabkan korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

    Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (13/6/2026) dan kini tengah ditangani aparat kepolisian dari Polsek Tamalanrea.

    Kapolsek Tamalanrea Kompol Mustari Alam mengatakan pelaku berinisial NS (45) diduga mengalami tekanan psikologis akibat penyakit yang dideritanya tidak kunjung membaik.

    "Motifnya itu tidak ada. Pelaku ini kemungkinan diduga mengalami stres karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh," ujar Mustari saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).

    Pelaku dan Korban Sama-Sama Pasien

    Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, pelaku merupakan pasien yang sedang menjalani perawatan akibat penyakit ginjal dan rutin menjalani cuci darah.

    Sementara korban berinisial J (55) juga merupakan pasien yang dirawat di ruang yang sama.

    Saat ini pelaku telah diamankan aparat kepolisian, namun masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit karena kondisi kesehatannya.

    "Pelakunya sudah diamankan. Namun masih dirawat di ICU karena mengidap penyakit ginjal dan menjalani cuci darah," kata Mustari.

    Sempat Mondar-Mandir Membawa Badik

    Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh keterangan bahwa sebelum kejadian pelaku terlihat mondar-mandir di dalam ruang perawatan sambil membawa sebilah badik yang diselipkan di pinggangnya.

    Tidak lama kemudian, pelaku mendekati tempat tidur korban.

    Keduanya sempat terlibat percakapan singkat sebelum pelaku tiba-tiba mengeluarkan badik dan melakukan penyerangan.

    Korban berusaha menangkis serangan tersebut menggunakan tangan kanannya.

    Akibatnya, korban mengalami luka robek pada bagian tangan dan langsung mendapatkan pertolongan medis dari petugas rumah sakit.

    Insiden tersebut membuat suasana ruang perawatan panik. Sejumlah pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan yang berada di lokasi langsung berupaya mengamankan situasi.

    Sempat Kabur ke Lantai Satu Rumah Sakit

    Setelah melakukan penyerangan, pelaku sempat melarikan diri menuju lantai satu gedung rumah sakit.

    Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

    Personel Polsek Tamalanrea yang dipimpin Kepala Piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Aiptu Paulus Lalopadang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.

    Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri korban berinisial DI dan seorang petugas keamanan rumah sakit berinisial H.

    Tak lama kemudian, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

    Polisi Dalami Kondisi Psikologis Pelaku

    Meski telah diamankan, polisi masih mendalami motif serta kondisi psikologis pelaku saat kejadian berlangsung.

    Penyidik akan mengumpulkan keterangan dari saksi, tenaga medis, serta pihak rumah sakit guna memastikan kronologi dan latar belakang insiden secara menyeluruh.

    Proses hukum tetap berjalan sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatan pelaku yang masih menjalani perawatan.

    RSUP Wahidin Perketat Pengamanan

    Pasca kejadian tersebut, pihak RSUP Wahidin Sudirohusodo melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di lingkungan rumah sakit.

    Pengawasan terhadap barang bawaan pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung diperketat guna mencegah masuknya benda-benda berbahaya ke area perawatan.

    Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh pengunjung rumah sakit.

    Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Polisi dan pihak rumah sakit kini berupaya memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang melalui penguatan pengamanan dan evaluasi prosedur pengawasan di area pelayanan kesehatan.

    Komentar
    Additional JS